f.a.l.l

Image

lagi ingin bermellow yellow dan kebetulan nemu tulisan ini setelah ngubek2 laptop…

Entah apa nasibku kelak jika ini terus terjadi. Aku yang dulu sering terheran-heran bagaimana mereka bisa jatuh, dan menyangka aku akan baik-baik saja selamanya. Tanpa menyadari bahaya itu terus mengancam dan bisa kapan saja membuatku jatuh. Dan ketika telah sampai di dasar lubang itu, bahkan aku belum menyadarinya, aku jatuh. Seperti mereka. Mereka yang dulu ku tertawakan akibat ketidak hati-hatiannya. Lalu kini, untung diriku hanya sendiri saat ini. Setidaknya tidak ada “aku” lain yang menertawakan ku saat ini. Tapi, aku tak kunjung beranjak dari lubang ini. Sampai mereka menyadari diriku yang tidak lagi di barisan itu. Dicari kesana kemari sampai mereka melihat ke arah ini. Tak berani menatap mata mereka yang penuh dengan pertanyaan. Kenapa aku bisa terjatuh? Bukankah aku yang dulu mempunyai kemampuan lebih dari mereka, berusaha sekuat tenaga bahkan hanya untuk menghindari lubang ini, kenapa malah terperangkap disini?

Lalu apa yang aku katakan? Beralasan bahwa aku ingin mencoba rasanya terjatuh atau berbalik menyalahkan mereka, yang tidak peduli dengan ku yang mungkin saja lengah. Atau dengan berani menyalahkan Tuhan atas semua kondisi yang dengan teganya membiarkan ku terjatuh? Tentu bukan pilihan terakhir, aku masih sangat teramat kecil dan tidak pantas untuk melakukannya.

Lalu? Apa yang akan kukatakan pada mereka yang awalnya terjatuh dan akhirnya berusaha bangkit dan berjalan bahkan berlari di depanku? Apakah akan mencari alasan dan kesalahan-kesalahan mereka di masa lalu. Beranggapan bahwa dirikulah yang suci tanpa kesalahan apa pun tetap berada di jalan ini sejak dulu. Hm, kukira ini juga bukan pilihan bijak, karena ku tahu, diriku lah yang kini pantas ditertawakan. Walau masih terbersit di hati, aku tidak ingin dikalahkan mereka.

Kini, aku masih berusaha mencari cara keluar dari lubang ini. Sebelum kadar oksigen di sini menipis dan keadaaan semakin gelap. Hey, aku kan juga butuh makan. Tangga yang dulu mereka pergunakan untuk keluar dari lubang ini sudah lapuk ternyata. Terlalu lama dibiarkan padahal ia dengan setia menanti mereka yang ingin dibimbing keluar dari lubang ini.

Aarrgghh.. aku terlalu nyaman dengan lubang ini. Ku rasa tidak perlu bersusah payah mencari jalan keluar. Toh, pasti mereka akan berusaha mencariku kan? Tapi diri ini terlalu bodoh ternyata. Siapa aku yang akan dengan begitu susahnya mereka cari ketika hilang? Bukankah masih ada ribuan “aku” yang lain di luar sana yang bahkan mungkin lebih baik dariku?

Tapi kurasa otakku masih bisa diajak berdiskusi kali ini. Ayolah, jangan membuang waktu lagi! Dengan sisa kekuatanku, aku mencari tempat pegangan di sisi lubang ini. Berusaha tidak tergoda lagi dengan posisiku yang nyaman di dasar lubang. Hmmppfft! Baiklah, ini sudah separuh jalan. Jangan tergoda! Hey, jangan ingatkan aku untuk berbalik, tentu saja aku tidak akan mampu untuk terus memanjat jika melihat tempat itu lagi. Yang kubutuhkan sekarang adalah dukunganmu.

Ingatkan aku tentang apa yang ada di luar sana.

Ingatkan aku tentang barisan kokoh ku disana.

Tentang apa yang menantiku di ujung perjalananku.
 bukan lagi sekadar dasar yang gelap di lubang sana. Kursi dan singgasana mungkin akan kudapatkan

Ah, jangan lupa. Ingatkan juga tentang di sisi-sisi kanan dan kiri barisan ku nanti.

Masih ada orang yang kukasihi. Selalu berharap aku dapat menyelesaikan perjalanan panjang ini dengan baik.

Teruntuk diriku yang masih mencoba untuk keluar.

Aku hanya berpesan, jangan sampai terlambat.

Hidupmu bukan di lubang ini. Bahkan kamu tidak pantas mendapatkannya.

Lihat mereka yang telah keluar dari lubang ini dan bahkan telah bergabung lagi dengan barisan itu.

Jangan pernah jatuh lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s