안녕 and さようなら

Image

 

Judul yang aneh hehe. Baiklah, ini merupakan salah satu tulisan tragis tentang mimpi saya. Dan tulisan ini dibuat pada pukul 03.10 am pada hari ke 4 Ramadhan tahun ini. Hasil dari pemikiran terpendam selama beberapa hari dan hasil dari perdamaian atas pertikaian panjang yang melibatkan diri saya sendiri dan mimpi yang telah lama terpatri. Agak ruwet kah? Maaf, jika anda belum tahu, saya termasuk orang yang melankolis :p

Baiklah, tragedi ini dimulai dari sms pemberitahuan tentang adanya seleksi Gunma exchange. Dari sini para pembaca yang berasal dari fk unpad mungkin akan sedikit bisa ber ooh panjang, mengira akan mengerti alur tulisan ini. Yup, ini soal Gunma exchange. Sekali lagi, tentang Gunma exchange. Lalu apa hebatnya kisah kali ini? Jika ada yang berharap kisah ini akan berakhir bahagia dengan saya yang terdaftar sebagai delegasinya maka maaf sekali lagi, ini bukan kisah itu. Haa, capek juga main kata-kata. Baiklah, saya mulai ya.

Jujur, exchange ini sudah saya idamkan sejak tahun pertama saya di FK. Berharap kesempatan untuk ke Jepang itu datang lagi. Lagi? Iya, kesempatan itu pernah menghampiri saya ketika di SMA. Nama programnya AFS.  Saya melewati tahap seleksi sampai tahap terakhir sebelum final. Sayang sekali, padahal waktu itu saya adalah peserta terakhir dari SMA yang lolos. Pupus sudah harapan untuk membahagiakan sekolah, orang tua, dan diri saya tentunya. Dan kali ini ucapan selamat tinggal harus saya ucapkan untuk exchange kali ini. Ketika mengetahui syarat yang diajukan yaitu berupa karya tulis berbahasa inggris, saya cukup gentar. Tapi berusaha meyakinkan diri bahwa saya harus mencoba. Hari berikutnya saya mendownload cv yang juga syarat berkasnya. Tahu apa isinya? Daftar seminar ilmiah dan karya tulis apa saja yang pernah dihadiri dan ditulis. Dunia saya langsung jungkir balik saat itu. INI BUKAN SAYAAAA!!
seorang dewi yang jauh dari kata karya tulis dan seminar ilmiah. Dan ditambah satu fakta lagi bahwa ada tes wawancara yang harus dilakukan tanggal 26, dan itu tanggal keberangkatan pesawat yang udah saya pesan untuk pulang ke rumah. Saya mulai berpikir, apa emang udah ga’ rejeki saya ya? Huuffftt…

Dan saya pun mulai berandai andai. Andaikata tes nya tentang wawasan umum dan essay tentang menceritakan diri saya sendiri seperti waktu tes AFS itu mungkin semangat saya akan melimpah ruah. Andaikata tes wawancaranya tentang kepribadian dan mimpi-mimpi saya bukan tentang karya tulis ilmiah, saya akan sangat percaya diri. Tapi ini? Dan sebaiknya andai-andai ini dihentikan, untuk menghindari celah setan menggoda saya untuk kufur nikmat.

Saya sendiri ga’ pernah yakin 100% akan apa yang sebenarnya saya impikan, apa yang sebenarnya yang saya inginkan. Tapi saya melihat itu dari teman-teman di sekitar saya. Entah kenapa begitu banyak obrolan singkat yang menyadari bahwa saya itu orang nya seperti ini, itu, bla bla.

Orang pertama adalah diah. Diah yang baik, bawel dan rajin merupakan teman tetangga dipan dulu di asrama. Baru beberapa minggu yang lalu menelpon dan  menanyakan kabar. Banyak bertanya tentang hafalan dan akademik. dan ucapan itu mengalir begitu saja, “Diah yakin dewi bakalan sukses. Dulu di SMA diah yakin dewi suatu saat bakalan ke luar negri.”

Orang kedua adalah widya. Ini temen dekat saya yang paliiiing dekat dan sangat mirip dengan saya. Baik itu sifat maupun wajah hehe *kata orang*. Dengan ucapan bernada sama meyakinkan saya bahwa suatu saat saya pasti akan ke luar negeri sana.

Orang ketiga adalah vani. Temen dekat selama bimbel dan kuliah juga. Beberapa hari yang lalu juga berkomentar menyemangati saya ketika saya bercerita tentang Gunma exchange ini. Vani ini juga dulu semangat dan senang banget ketika saya mengikuti tes AFS. Sampai-sampai menghadiahi buku studying abroad saat saya lolos seleksi terakhir.

Saya ga’ pernah atau belum mengerti kenapa pikiran-pikiran seperti itu bisa mampir di benak mereka ketika melihat saya. Dan saya kaget juga ketika nanya pendapat mereka tentang saya. Ada yang bilang saya itu orangnya visioner dan punya mimpi yang jelas. Wow! Bahkan saya kagum dengan sosok saya yang dulu. Sampai tadi ketika saya membaca blog seorang teman. Ada kutipan dalam buku Isa Alamsyah, NO Excuse, yang kira-kira bunyinya seperti ini :

‘Bisa jadi karakter kita yang sekarang adalah bentukan dari lingkungan kita’.

Saya nyadar, akhir-akhir ini saya terlalu memble. Terlalu jahat dengan diri saya sendiri. Pesimis, dan merendah kan diri sendiri. Saya bahkan menelantarkan beberapa mimpi besar saya. Kejam bukan? Saya ga’ akan menyalahkan lingkungan baru saya kali ini. Mungkin saya yang terlalu larut dalam perubahan lingkungan.

Dan kembali lagi ke judul tulisan saya. Malam ini, eh dini hari ini saya akan lebih tegas. Bertanggung jawab terhadap mimpi-mimpi saya. Mungkin ini sayonara bagi Gunma exchange kali ini. Tapi saya yakin pintu untuk ke sana akan terbuka lebih  banyak. Mungkin ada kata annyeong (hallo) untuk korea kelak. Atau bahkan ke Turki sana. Jadilah judul tulisan ini seperti ini. Dua kata bersanding, annyeong (hallo) dan sayonara (goodbye). Semoga, semoga. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s